Suka Duka di Lapangan

Halo, kembali lagi dengan saya Daniel Santoso. Kali ini saya akan menceritakan bagaimana proses kelompok kami sampai berhasil membuat lubang biopori ini. Ada suka dan duka ketika di lapangan, tapi itu semua mesti kita lewati demi kesuksesan tim ini.

Okay, jadi saat itu, ketika kami sibuk membuat lubang, ada anak laki-laki yang melihat kesibukan kita, dia memandang dengan serius dan penasaran. Lalu ketika kami sedang kesusahan membor tanah, anak laki-laki itu tiba-tiba datanng dan membantu kami untuk membor. Betapa terharunya saya melihat kepekaan sosial dalam diri anak kecil itu. Lalu kami pun menyemangati diri kami dan anak itu. Setelah selesai, saya pun mencari dedaunan untuk ditaruh di dalam lubang. Anak itu langsung mengambil daun-daun yang dia lihat dan memberinya pada saya. Saya pun merasa tak enak ketika anak itu ikut bersusah payah dalam kegiatan kami. Tapi anak itu terlihat senang bisa membantu, jadi saya biarkan dia untuk membantu kami, toh bagus juga untuk si anak dalam pengembangan karakter usia dini.

Nah, tidak hanya itu. Kami juga mengalami kesulitan, yaitu masalah transport. Kelompok kami hannya memiliki dua sepeda motor. Kelompok saya tinggal di Alam Sutera semuanya, kecuali saya tinggal di Daan Mogot, lebih tepatnya di Perumahan Tangerang Indah (dekat Kali Cisadane). Jadi tiap kami datang ke Sitanala kami selalu menumpang pada kelompok yang membawa mobil, itupun kalau masih muat. Saya sebagai ketua merasa tidak enak pada kelompok saya dan kelompok lain. Saya takut mereka berpikir jelek tentang tentang kelompok saya karena merepotkan kelompok lain. Tapi apa boleh buat...

So, sekian suka duka yang bisa saya ceritakan ke kalian. Sampai bertemu di post selanjutnya...

Hijau Lingkunganku

Sahabat sekalian, pasti kalian pernah mendengar apa itu Go Green yang sekarang ini sedang marak dilakukan. Sebetulnya apa sih arti dari Go Green itu?
Go Green adalah sebuah kegiatan untuk membuat lingkungan kita lebih hijau, lebih bersih dan mengurangi global warming. Kita sebagai generasi muda sudah selayaknya menyadari bahwa kita perlu menyelamatkan bumi kita dari pemanasan global. Langkah yang dapat dengan mudah kita lakukan sebagai mahasiswa yaitu dengan mengurangi penggunaan kertas, menghemat penggunaan air serta mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), Menghemat pengunaan kertas dilakukan dengan belajar atau mengerjakan tugas via online. Menghemat penggunaan air dengan cara menggunakan air seperlunya. Selain itu, kita juga dapat melakukannya dengan membuat lubang biopori. Mengurangi penggunaan BBM dengan cara menaiki kendaraan umum saat bepergian dan menggunakan sepeda atau berjalan kaki saat pergi ke tempat yang jaraknya dekat. Selain dengan cara diatas, dapat dilakukan pula dengan membuat lubang biopori. Saya sangat senang karena mendapat kesempatan untuk membuat lubang biopori di Sitanala. Mudah-mudahan setelah kesempatan ini, kami dapat membuat lubang biopori ditempat lain.

Cara untuk membuat Lubang Biopori

Untuk membuat lobang Biopori ada langkah-langkahnya dan alat yang akan digunakan.
Kita memerlukan bor biopori dan pipa-pipa yang sudah di potong.
Pertama-tama kita perlu mencari tanah kosong yang bisa digunakan untuk mengebor lubang biopori. Jika tanah tersebut keras dan tidak bisa di bor, bisa dengan alternatifnya dengan mensiram tanah tersebut dengan air sampai tanahnya lunak.
Selanjutanya bor tanah tersebut dengan bor biopori. Jika masih kesulitan untuk mengebor tanah tersebut, bisa menyiram tanah tersebut dengan air lagi. Kira-kira mengebor sedalam 1 meter.
Masukan daun-daun kering kedalam lobangnya. Ini dilakukan untuk membiarkan cacing-cacing ditanah dapat berkembang. Cacing tanah tersebut akan bergerak menuju tanah di sekitarnya untuk membuat lobang resapan. Jika, air masuk ke lobang tersebut, airnya bisa mengalir ke tanah sekitarnya.
Setelah itu, masukan pipa yang sudah di potong ke dalam lobang tersebut. Tutup dengan penutup pipa yang sudah di bolongin kecil-kecil.

Memulai Biopori

Saya, Rachel, anggota dari kelompok ini tutur membantu membuat biopori ini berlangsung. Untuk membuat biopori di Yayasan Arrahman yang beralamat di Sitanala, RT 04/13, kel/ Karangsari, kec. Neglasari, Tangerang, kami membutuhkan ijin untuk melakukan kegiatan tersebut di tempat itu. Dengan itu, saya membuat surat ijin sesuai yang di format oleh BINUS untuk pelajaran CB ini. Gambar di bawah ini adalah contoh surat kami.



Sebelum melakukan biopori kami harus membeli bor biopori beserta pipa untuk menutup lubang resapan biopori. Saya membeli bor biopori di toko Trubus dan pipa pvc sepanjang 1 meter dan diameter 4 inchi.

Untuk melakukan biopori, harus mengebor lubang sedalam kira-kira 1 meter terlebih dahulu. Masukan daun-daunan atau sampah organik untuk membiarkan cacing di tanah dapat berkembang sehingga tanah di bawah ada rongga untuk resapan air. Selanjutnya, masukan pipa dan tutup lobang itu dengan penutup pipa yang sudah di lobangi sedikit.



oleh: Rachel Mustika 1801382184

Keindahan yang tercipta di Sitanala

"Keindahan" adalah sebuah kata yang ada di pikiran ku tentang tempat itu.

Meski tempat itu berada di pelosok-pelosok,meski tempat itu sering terjadi banjir,meski tempat itu sangat kumuh,tapi tahukah kalian bahwa terdapat sebuah "Keindahan" didalam nya,semangat yang di tunjukkan oleh masyarakat disana dan kekompakkan yang ditunjukkan mereka,membuat tempat tersebut menjadi sebuah tempat yang penuh dengan "Keindahan" dan "Keajaiban".Kalian semua yang membaca artikel ini harus merasakan sesekali pergi ketempat tersebut dan kalian akan mengetahui apakah artikel ini bohong atau benar.

Apa yang kami dapat setelah pergi ketempat itu dan membuat 10 lubang biopori adalah bahwa "Semua hal baik yang kecil maupun besar dapat kita lakukan untuk membantu mereka asalkan kita melakukan nya dengan kesungguhan hati,bukan hati yang terpaksa" contohnya saja dengan membuat biopori ini,setidaknya dapat membantu mereka sedikit untuk mengatasi banjir.Pada saat hujan lebat,air yang deras tersebut langsung diserap oleh lubang biopori yang kita buat,dengan demikian banjir tersebut dapat dicegah sedikit,"Setidaknya sudah lebih mendingan daripada sebelumnya",kata Bapak Perwakilan dari Warga setempat itu.Setelah mendengarkan perkataan tersebut tentunya hati kami sangat senang mendengarnya,dan apa yang dapat kami lakukan untuk mereka berhasil bukan malah membuat mereka tambah susah saja.

Terima kasih sudah memilih kami untuk pergi ketempat itu dan membuat 10 lubang biopori untuk mereka.

Muhammad Irfan Pradwityo(4) 1801446310

Nilai - nilai yang terkandung dalam proses pembuatan lubang biopori:
  • Nilai Kemanusiaan: mempunyai kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai - nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya
  • Nilai Keadilan: Yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.
  • Nilai Sosial : Segala sesuatu yang dapat kita perbuat adalah hal yang penuh dengan nilai sosial untuk mereka.
Segala sesuatu yang kami perbuat bukan untuk hanya untuk diri kami sendiri,melainkan untuk mereka.


Ivana (2) (1801445863)

Saat terjadi musim hujan, apalagi didaerah yang daya resapan airnya kurang baik pasti terjadi banjir. Untuk menanggulangi banjir dapat dilakukan dengan memperbanyak lahan hijau supaya air dapat meresap kedalam tanah. Kita juga bisa melakukannya dengan mempuat biopori. Apa itu biopori?
Biopori adalah lubang buatan yang dibuat oleh manusia untuk menampung air hujan sehingga air hujan tidak lewat begitu saja ke sungai atau got. Tujuan dibuat lubnag biopori yaitu untuk menjadi lubang resapan air hujan sehingga air hujan terserap kembali ke dalam tanah. Selain itu, dengan adanya biopori daya tampung air hujan yang masuk ke dalam tanah lebih besar sehingga mengurangi genangan air hujan di permukaan tanah. 
Cara membuat lubang biopori tidaklah sulit. Alat dan bahan yang perlu disiapkan yaitu bor, pipa, penutup lubang, dan sampah organik berupa dedaunan. Pertama, kita mementukan lokasi yang akan dibuat lubang, lalu mulai membolongkan lubang dengan bor, Kemudian, menaruh pipa yang telah dibolongkan kedalam tanah. Setelah itu, masukkan dedaunan tadi ke dalam lubang dan terakhir tutup lubnag denga penutup lubang. 
Manfaat lubang biopori yaitu sebagai lubnag resapan air sehingga mencegah terjadinya banjir. Selain itu berfungsi pula untuk mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos. Manfaat lainnya yaitu sebagai pengikat nitrogen dari atmosfer sehingga meningkatkan pengikatan nitrogen di dalam tanah.  

Kesan Pesan

Kesan Pesan yang kami dapat berupa sebuah video.Jadi penasaran kah kalian melihat "Kesan Pesan yang disampaikan Bapak tersebut kepada kami" ahaha~ :D

Daniel Santoso (1801420476)

Salam sukses semuanya ! Sebelumnya saya akan menceritakan sedikit tentang diri saya.
Nama saya Daniel Santoso, lahir di Tangerang, 15 Juli 1996. Mahasiswa BINUS angkatan 2014, yang sedang studi untuk mata kuliah CB (Character Building). Maka pembuatan Biopori lah aplikasi dari teori - teori yang saya dapatkan, yang membuktikan seberapa pahamkah saya tentang rasa peduli terhadap masyarakat. Kebetulan saya pun cinta sekali dengan kegiatan sosial seperti ini, karena sebelumnya saya pernah menjadi Volunteer yang dibina oleh TFI (Teach For Indonesia).

Senang rasanya dapat menjadi ketua kelompok 11 ini, karena saya memiliki anggota yang aktif, bukan pasif. Aktif dalam bekerja, berkarya, dan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tepat. Oh iya, kebetulan kelompok kami mayoritas adalah laki - laki, di mana dalam pekerjaan biopori ini dibutuhkan sekali tenaga laki - laki (hehehe).

Sekian perkenalan dari saya, ada banyak yang ingin saya bagikan kepada kalian. Jangan bosan - bosan mengunjungi blog ini ya ! Sampai ketemu di post selanjutnya, salam sukses !

Eric (1801415186) 08/11/2014


Kami berkunjung kembali ke Sitanala,tujuan kepergian kami kesana adalah untuk melihat keadaan biopori kami setelah 1minggu pembuatan lubang biopori. Hasil yang memuaskan telah kami dapatkan setelah melihat lubang biopori yang telah kami buat karena lubang biopori kami tetap ada dan masih tetap tertanam rapi.

Eric (1801415186) 27/10/2014


Selamat Pagi,

Hari ini saya akan menceritakan kisah perjuangan kami menghadapi pergumulan saat berada di Sitanala. Hari ini saya bersama teman seperjuangan yang akan saya temui dan lihat selama 4 tahun kedepan,kami melanjutkan perjuangan yang sempat tertunda selama 1 minggu kemarin.

Muhammad Irfan Pradwityo(3) 1801446310 27 oktober 2014

Hari ketiga atau hari terakhir pada hari senin tanggal 27 oktober 2014 kami langsung membuat 8 lubang, kami tidak kira bisa membuat banyak lubang, akhirnya saya pergi dari rumah saya di bintaro pada jam 6 dan sampai di kampus alam sutera(ALC) untuk berkumpul dan berangkat bersama - sama. jam 8 kami berangkat dari kampus alam sutera(ALC) dan sampai di sitanala atau tempat tujuan jam 9. kami langsung mengebor lubang dan mengebor pipa paralon dan tutup pipa.
saya(foto diatas) sedang memotong pipa paralon

Eric(sebelah kiri), Reynaldi(tengah), dan saya sendiri(kanan) sedang memotong pipa paralon

Akhirnya jam 11 kami selesai dengan membuat 8 lubang, karena slogan kami "2 jam 8 lubang!" terlaksana dengan berhasil. kami pulang dan sampai di kampus alam sutera(ALC).

Muhammad Irfan Pradwityo(2) 1801446310 20 oktober 2014

Hari kedua, saya dan kelompok saya akhirnya meluncur untuk membuat lubang biopori pada hari senin tanggal 20 Oktober 2014, saya berangkat dengan teman saya jam 6 pagi dan menuju Kampus Alam Sutera( kampus alc) untuk berkumpul dan pergi bersama - sama dari kampus. akhirnya jam 7 kami berangkat menuju sitanala dan kami sempat tersesat karena lupa jalan, jam 9 kami sampai di sitanala dan kami mulai membuat lubang dan membor pipa dan tutup pipa.
 

saya(foto diatas) sedang membor pipa 

Alhamdulilllah kelompok kami berhasil membuat 2 lubang karena keterbatasan waktu, beberapa teman kami ada yang mengikuti seminar di kampus, akhirnya saya, teman - teman, dan kelompok saya akhirnya selesai pada jam 10 dan kembali ke kampus Alam Sutera. 

Muhammad Irfan Pradwityo 1801446310 18 oktober 2014

Nama: Muhammad Irfan Pradwityo

Nim: 1801446310

Hari/Tanggal: Sabtu, 18 oktober 2014


Hari sabtu ini saya mewakili kelompok pergi ke sitanala untuk mengetahui lokasi terlebih dahulu dan melihat kelompok lain membuat lubang biopori. saya berangkat dari bintaro jam 9 pagi menuju alc untuk pergi bersama teman saya yang kebetulan kelompok lain untuk membuat lubang biopori, jam 10 kami berangkat dan sampai jam 11 siang. setelah sampai ditempat tujuan yaitu sitanala, akhirnya saya pertama - tama melihat kelompok teman saya bagaimana cara membuatnya. ternyata sangat membutuhkan tenaga yang kuat untuk membuat lubang dengan bor. saya akhirnya sudah merasakan bagaimana cara membuat lubang biopori yang bagus dan baik.



10 Lubang Biopori Hasil Kerja Tim XI

Hasil Kerja Keras TIM XI











Ivana (1801445863) 27/10/2014


Hari itu tanggal 27 Oktober 2014 saya dan kelompok saya pergi ke Sitanala untuk membuat lubang biopori. Kami bersama-sama dengan kelompok lain berangkat jam 7 pagi dari Binus ALC. Setelah melalui perjalanan selama satu jam karena jalanan lumayan macet, kami tiba di Sitanala. Kami mendapat kelompok nomor 11 setelah ketua kelompok kami pada beberapa hari sebelumnya memberikan surat ijin pembuatan lubang biopori dari CB BINUS University.
 Setibanya di sana, kami langsung mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat lubang, seperti bor, pipa, penutup lubang, dedaunan, air, sekop dan linggis. Kelompok kami langsung membagi tugas untuk mengerjakan delapan lubang dari dua lubang yang sudah ada. Saya langsung membolongkan lubang dengan menggunakan bor dibantu dengan teman sekelompok saya. Karena pada hari sebelumnya hujan pada malam hari, kondisi tanah sedikit becek dan membuat kami harus memberi air pada tiap lubang yang akan dibor. Walaupun pada hari itu cuaca panas terik, tetapi tidak menyurutkan niat kami untuk membuat lubang biopori. Selain itu, kami juga mengalami beberapa hambatan seperti sudah menggali lubang tetapi ada batu sehingga harus pindah ke tempat lain. Setelah teman kami selesai memotong dan mengebor pipa menjadi berlubang, kami langsung menaruh pipa pada lubang, lalu menaruh dedaunan pada pipa, dan terakhir menutup pipa dengan penutup. Setelah kurang lebih bekerja selama dua jam, akhirnya kelompok kami selesai membuat delapan lubang. Kami semua merasa sangat senang karena kedelapan lubang telah berhasil dibuat. 
Pesan moral dari kegiatan membuat lubang biopori adalah kekompakan kelompok yang baik dan juga saling bekerjasama antar anggota kelompok sehingga pekerjaan yang berat terasa lebih ringan jika dikerjakan secara bersama-sama. 

Ikut Campur dalam Mengurangi Banjir 5/11/2014

          Pertama, mari ucapkan sukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat-Nya kelompok kami berhasil membuat 10 lubang biopori dan mengeposnya di artikel ini.
 
1 2 1
2 3 4 5 6 7 8
9